Web 2.0 dalam Tiga Kata

Fenomena FB memang benar-benar fenomenal, sekaligus menarik untuk dicermati.
Ada kalanya FB menjadi ‘penyelamat’ orang, ‘menyambungkan’ kembali silaturahmi yang terputus berpuluh-puluh tahun, memantau perkembangan dan aktivitas putra-putri sehari-hari, serta berbagai hal-hal positif lainnya. Di lain sisi, FB menyimpan berbagai ‘permasalahan’ yang bisa menjadi boomerang bagi si pemilik akun.

Rumah milik seorang pengguna FB bisa dibobol maling gara-gara si pemilik memasang status sedang berlibur keluarga ke luar kota. Kegiatan dan curhat yang sebenarnya hanya layak untuk ditujukan ke orang-orang tertentu, dengan mudahnya dapat terakses oleh publik. Lalu publik memberi komentar, hujatan, ancaman, dsb. Setiap orang yang menjadi ‘teman’ dapat mengetahui posisi dan aktivitas teman lainnya.

Kemudahan akses terhadap layanan jejaring sosial ini memberikan keleluasaan kepada pengguna. Tidak lagi harus datang ke warnet atau mendaftar ke ISP tertentu. Berbagai produk yang ditelurkan penyedia layanan seluler turut andil dalam melahirkan kehidupan bayangan di dunia maya ini. Update status melalui sms, mulai yang menyediakan akses gratis sampai berbayar. Upload foto melalui mms, akses via paket data (GPRS, 3G, EVDO, dsb) memberikan ruang yang lebih luas kepada pengguna untuk menghidupkan hidupnya di dunia maya.

The borderless world has been being begun.

Internet web 2.0
Internet telah berkembang pesat di dunia. Berbagai teknologi terus disempurnakan untuk mendukung pemanfaatan internet oleh pengguna yang lebih luas dan beragam. Dengan cara yang lebih beragam pula. Enam tahun lalu pengguna internet hanya dimungkinkan menerima informasi satu arah. Misalkan, menjelajah ke berbagai situs penyedia informasi. Pengguna hanya bisa membaca. Jika ingin memberikan tanggapan, pengguna harus mempunyai tempat (misal situs pribadi) kemudian menuliskan tanggapannya di sana. Teknologi internet yang hanya memungkinkan pengguna menerima informasi inilah yang disebut dengan web 1.0. Gampangnya, penciri era web 1.0 adalah consult, surf and search.

Beberapa tahun kemudian, berkembanglah teknologi yang lebih baru. Pengguna teknologi ini memungkinkan pengguna untuk berpartisipasi langsung di internet. Contoh yang sering ditemui adalah blog dan jejaring sosial, termasuk, misal facebook, di dalamnya. Di blog, pengguna dapat langsung berpartisipasi secara interaktif dengan pemilik/penulis blog tersebut ataupun dengan pengguna lainnya melalui fitur “comment”. Pengguna dapat memberi tanggapan langsung di halaman tersebut. Penulis pun dapat langsung menanggapi komentar pengguna, begitu pula pengguna lainnya. Hal semacam ini menimbulkan kesan seakan-akan antar penulis dan pengguna internet lain sedang bercakap-cakap langsung. Inilah yang disebut teknologi web 2.0. Silahkan dibandingkan dengan web 1.0.

Tim O’Reilly (1) memberikan contoh perbandingan situs/layanan antar web 1.0 dengan 2.0 sebagai berikut :

Web 1.0 Web 2.0
DoubleClick–>Google AdSense
Ofoto–>Flickr
Akamai–>BitTorrent
mp3.com–>Napster
Britannica Online–>Wikipedia
personal websites–>blogging
evite–>upcoming.org and EVDB
domain name speculation–>search engine optimization
page views–>cost per click
screen scraping–>web services
publishing–>participation
content management systems–>wikis
directories (taxonomy)–>tagging (“folksonomy”)
stickiness–>syndication

Ringkasnya, ciri khas dari web 2.0 adalah share, collaborate, exploit.

My room is wall-less. It’s moved to facebook.

Referensi:
(1) https://www.oreilly.com/pub/a/web2/archive/what-is-web-20.html

Diambil dari draft email yang belum dikirim tertanggal 8 November 2009

Cara mudah streaming Radiomu di Linux

Beberapa waktu lalu, Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah mengumumkan pengajian rutin yang bisa dinikmati melalui streaming radio internet. Nama radionya sendiri adalah Radio Ahmad Dahlan 103 atau disingkat Radja. Mempunyai alamat situs radiomu.web.id.

Siaran radionya sendiri bisa dinikmati melalui situsnya dengan hanya berbekal plugin flash player. Atau jika ingin mendengarkan secara lebih personal, bisa memanfaatkan berbagai aplikasi desktop. Keunggulannya, kita bisa sambil merekam siaran untuk didengarkan di kemudian hari. Baca lebih lanjut